Friday, November 9, 2018

Tata Cara Pengertian Umroh 2018

Rukun Umroh Lengkap (+Tata Cara & Doanya)
Rukun Umroh

Niat Ihram

Niat Ihram merupakan niat buat mulai melakukan umroh atau haji. Jika tidak diniatkan maka umroh atau hajinya maka tidak absah.

Dari Saidina Umar bin Khattab, dia mengungkapkan: Saya dengar Rasulullah SAW mengatakan: bahwasanya semua perbuatan dengan niat, dan yg didapatkan insan artinya apa yg diniatkannya” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari Juz 1 hal. 6).
Hendaknya ia mengucapkan:

لبيك عمرة  = Labbaik Umrotan (Ku sambut panggilan-Mu buat melakukan Umrah)
atau:

اللهم لبيك عمرة = Allahumma Labbaik Umrotan (Ya Allah, ku sambut panggilan-Mu untuk melakukan Umrah)
Niat umrah (biasa disebut pula ambil miqot) diambil ketika pada Birr Ali, yakni suatu loka antara Makkah & Madinah, yakni di pinggir jalan raya Makkah – Madinah pada daerah Dzulhulaifah berjarak kurang lebih 9 kilometer menurut Masjid Nabawi.


MASJID BIRR ALI, TEMPAT MENGAMBIL MIIQOT DI DZULHULAIFAH.
PEMANDANGAN DI SEKITAR MASJID BIRR ALI.

Setelah diniatkan ihram (merogoh miqot pada Birr Ali), maka mulai berlaku Larangan Umroh.
Dua. Thawaf Ka’bah
Yaitu mengelilingi Ka’bah sebesar 7 kali, dimana three putaran pertama dengan lari – lari kecil (jika mungkin), dan selanjutnya berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berakhir pada Hajar Aswad menggunakan menjadikan Baitullah disebelah kiri.

THAWAF DI MASJIDIL HARAM. MENGELILINGI KA’BAH SEBANYAK 7X.
BERJALAN DEKAT HAJAR ASWAD SAMBIL MENCIUMNYA JIKA DAPAT.
JIKA TIDAK BISA, CUKUP MENYAPU ATAU DENGAN MEMBERI ISYARAT DENGAN TANGAN. BISA DILATIH SAAT MANASIK UMROH.

Adapun tata cara dari thawaf itu sendiri:

Memulai thawaf dengan berjalan dekat Hajar Aswad, sambil mencium, menyapu atau memberi isyarat bagaimana dapatnya.
Lalu mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ووفاء بعهدك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Artinya: “Dengan nama Allah, Allah yang Maha Besar, Ya Allah, demi keimanan pada-Mu, dan membenarkan Kitab kudus-Mu, memenuhi janji menggunakan-Mu serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad.”

HAJAR ASWAD, KA’BAH, MASJIDIL HARAM.
HAJAR ASWAD ADALAH BATUAN DARI SURGA. TIDAK ADA LAGI BATUAN APAPUN YANG BERASAL DARI SURGA SELAIN HAJAR ASWAD.


Disunnatkan berjalan cepat dalam 3 putaran pertama

Langkah hendaklah diperpendek & dipercepat, dan sedapat mungkin mendekati Ka’bah. Kemudian empat kali putaran berikutnya hendaklah dia berjalan seperti biasa.

Bagi yg tidak dapat berjalan cepat atau mendekati ka’bah, bolehlah thawwaf sedapatnya, & disunatkan menyapu rukun Yamani & mencium Hajar Aswad atau mengusapnya pada setiap kali berdasarkan 7 putaran itu.

THAWAF DI MASJIDIL HARAM. DISUNNAHKAN BERJALAN CEPAT PADA three PUTARAN PERTAMA.

Tiga. Memperbanyak do’a dan dzikir

a. Saat menghadap Hajar Aswad membaca:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ووفاء بعهدك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah yg maha akbar, Ya Allah, demi keimanan kepada-Mu, dan membenarkan buku kudus-Mu, memenuhi janji dengan-Mu serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad saw.”

b. Jika sudah mulai thawwaf, diucapkan:

سُبْحَان اللهِ وَ الْحَمْدُ لِلّهِ وَ لآ اِلهَ اِلّا اللّهُ، وَ اللّهُ اَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلاَ قُوَّة ِ الَّا بِاللّهِ

Artinya: “Maha kudus Allah, segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar & tiada daya maupun tenaga kecuali menggunakan Allah.”

c. Ketika berada pada antara Rukun Yamani & Hajar Aswad, disunnahkan membaca:

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: ”Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.”

d. Apabila telah terselesaikan 7 putaran, shalatlah 2 rakat’at dekat maqam Ibrahim (di salah satu sisi Ka’bah), sambil membaca:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Artinya: ”Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim loka shalat.”
Kedua Rukun Umroh yaitu Niat Ihram dan Thawaf ini sanggup dilatih pada tempat tinggal sebelum embarkasi umroh dan disempurnakan saat manasik umroh di tempat yang ditunjuk Dena Tour.

Aku memenuhi panggilan-Mu Ya Allah.”

tiga. Sa’i (berjalan atau berlari-lari mini )

Sa’i adalah rukun umroh ke-tiga yg dilakukan setelah rukun-rukun pertama & kedua yaitu Niat Ihram pada Masjid Birr Ali Madinah & Thawaf pada Masjidil Haram Makkah.

Sa’i ini dilakukan menggunakan berjalan atau berlari-lari mini sebanyak 7x bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Ibadah Sa’i dapat dilakukan dalam keadaan nir berwudhu & haid atau nifas.
Jarak antara Bukit Shafa dan Bukit Marwa merupakan 405 meter.

SA’I (YANG ARTINYA BERJALAN). BERJALAN ATAU BERLARI-LARI KECIL DIMULAI DARI  BUKIT SHAFA KE BUKIT MARWAH BOLAK-BALIK SEBANYAK 7X. DIAKHIRI DI BUKIT MARWAH.

Sejarah Sa’i

Sejarah ibadah Sa’i bersumber perintah Allah pada Nabi Ibrahim buat hijrah berdasarkan Palestina ke Baitullah d Makkah bersama istrinya Siti Hajar dan Nabi Ismail yang waktu itu masih bayi.

Saat itu kondisi di Baitullah merupakan suatu padang pasir yg sangat tandus & gersang.

Setelah mereka sampai pada Baitullah, Allah balik menguji keimanan Nabi Ibrahim agar kembali ke Palestina & meinggalkan istrinya & anaknya di sekitar Baitullah. Setelah Nabi Ibrahim kembali ke Palestina, persediaan kuliner & air susu Siti Hajar telah habis. Maka Siti Hajar mencari mata air buat anaknya Ismail yang kehausan.

Setelah berlari-lari mini bolak-kembali Bukit Shafa & Bukit Marwah sebesar 7x, akhirnya Allah memerintahkan kepada bumi agar keluar suatu mata air buat Siti Hajar dan anaknya Ismail. Sumber mata air yg nir habis-habis airnya itu sampai saat ini dinamakan mata air zam-zam.

Arti zam-zam ialah air yg banyak & berlimpah.

Mata air zam-zam letaknya berjarak lebih kurang 38 hasta menurut Ka’bah.

Apa Pengertian Umroh dari Segi Bahasa?
Maka buat mengenang usaha Siti Hajar buat anaknya, Nabi Ismail, diwajibkan Sa’i menjadi rukun haji dan umroh.

Dari keturunan-keturunan Nabi Ismail inilah kontiniu menggunakan garis keturunan Nabi Muhammad.


AIR ZAM-ZAM

- DISPENSER AIR ZAM-ZAM DI SEDIAKAN UNTUK SEMUA JAMAAH HAJI DAN UMROH.

- SAMBIL MENUNGGU HAJI, MENGUNJUNGI TANAH SUCI DENGAN UMROH. LABBAIIK     ALLAHUMMA LABBAIIK

- DENAH BUKIT SHAFA DAN BUKIT MARWAH DAN LINTASAN IBADAH SA’I DI ANTARA   KEDUA BUKIT TERSEBUT.

A. Do’a Ketika Hendak Mendaki Bukit Shafa

Sebelum memulai Sa’i

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَبْدَأُ بِماَبَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ .
“Dengan nama Allah yg Maha Pengasih dan Penyayang. Aku mulai menggunakan apa yang telah dimulai sang Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Safa & Marwah sebagian menurut Syi’ar-Syi’ar (indikasi kebesaran) Allah. Maka barang siapa yg beribadah Haji ke Baitullah ataupun berumrah, maka tidak terdapat dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan menggunakan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

B. Do’a Di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka’bah

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ , أَللهُ أَكْبَرُ عَلَى ماَ هَداَناَ وَالحَمْدُ ِللهِ عَلَى ماَ أَوْلاَناَ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِياَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yg diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Alloh atas karunia yang sudah dianugerahkan-Nya pada kami, tidak terdapat Tuhan selain Alloh Yang Maha Esa, nir ada sekutu bagi Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan & mematikan, pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu, Tiada Tuhan Selain Allah Yang Maha Esa, nir ada sekutu bagi-Nya, yg telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya & menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya, Tidak terdapat Tuhan selain Allah & kami tidak menyembah kecuali pada-Nya dengan memurnikan (nrimo) kepatuhan semata kepada-Nya,  walaupun orang-orang kafir membenci.”

C. Do’a Sa’i dalam bepergian ke-1 sampai ke-7 antara Bukit Shafa & Marwah.


Dari bukit Safa ke bukit Marwah, dibaca mulai dari bukit Safa hingga pilar hijau pertama.

DUA RAMBU PILAR HIJAU DI LINTASAN SA’I.

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ , أَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحاَنَ اللهِ العَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ الكَرِيْمِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً وَمِنَ اللَّيْلِ فاَسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ شَيْءَ قَبْلَهُ وَلاَ بَعْدَهُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ داَئِمٌ لاَ يَمُوْتُ وَلاَ يَفُوْتُ أَبَداً بِيَدِهِ الخَيْرُ وَإِلَيْهِ المَصِيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar menggunakan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung menggunakan segala kebanggaan-Nya yang tidak terhingga. Maha Suci Allah menggunakan pujian Yang Maha Mulia di ketika pagi dan petang. Bersujud & bertasbihlah dalam-Nya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa yg menepati janji-Nya membela hamba-hamba-Nya yang menghancurkan musuh-musuh-Nya menggunakan ke-Esaan-Nya tidak ada sesuatu sebelum-Nya menggunakan ke-Esaan-Nya, nir ada sesuatu sebelum-Nya atau sesudah-Nya. Dia-lah yg menghidupkan & mematikan dan Dia adalah Maha Hidup tak pernah mati tiada mangkat & tiada hancur (hilang) buat selama-lamanya. Hanya ditangan-Nyalah terletak kebajikan dan pada-Nyalah tempat pulang dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
D. Diantara 2 pilar hijau membaca do’a:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجاَوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ ماَلاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ .
“Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah-hatilah & hapuskanlah apa-apa yg Engkau ketahui berdasarkan dosa kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri nir memahami. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Tinggi & Maha Pemurah.”
SA’I. JAMAAH SEDANG BERADA DI DAERAH DI ANTARA DUA RAMBU HIJAU.

E. Ketika mendekati Bukit Marwah membaca:

إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ .

“Sesungguhnya Shafa & Marwah sebagian berdasarkan syi’ar-syi’ar (pertanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumrah, maka nir ada dosa baginya mengerjakan Sa’i antara keduanya. & barang siapa mengerjakan sesuatu kebajikan menggunakan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mendapat kebaikan dan Maha Mengetahui.”

Tahallul
Tahallul secara harfiah ialah dihalalkan. Yakni dihalalkan bagi para jamaah umroh buat melakukan hal-hal yg sebelumnya tidak boleh saat mulai melakukan ihram.
Tahallul disimbolkan/dilaksanakan dengan mencukur rambut minimum sebanyak 3 helai.

TAHALLUL ARTINYA TELAH HALAL DARI LARANGAN IHRAM. DAN INI RUKUN TERAKHIR UMROH.

Tertib
Tertib adalah rukun-rukun ini wajib berurutan dimulai menurut rukun umroh yg pertama sampai keempat. Kalau tidak maka umrohnya tidak sah.

Selesai
Itulah rangkaian Rukun Umroh dan selesainya keempat rukun umroh itu selesai, maka terselesaikan juga rangkaian ibadah umroh.
Acara selanjutnya merupakan Tausiah Makkah, City Tour dan Ziarah Kota Makkah, Islah dan City Tour Jeddah, & pengalaman-pengalaman yang mengesankan

0 comments:

Post a Comment