Monday, November 12, 2018

Umroh Awal Bulan Romadon 2019

PENGALAMAN PAPA UMRAH DI BULAN RAMADAN

Salah satu keinginan saya yang hingga belum terwujud adalah melaksanakan umrah di bulan Ramadan. Sebuah keinginan yang hingg akini masih saya pelihara sehingga saya berharap suatu saat saya bisa melaksanakan umrah di bulan ramadan.

Namun walaupun keinginan saya untuk melaksanakan umrah di bulan Ramadan belum terwujud, Allah memberikan kesempatan itu untuk papa saya. Semua terjadi tanpa perencanaan sebelumnya. Papa sudah sejak lama kami ajak untuk umrah, termasuk saat saya sekeluarga umrah bulan Maret 2018 menolak untuk umrah saat itu. Berulangkali tawaran umrah yang kami tawarkan di tolak. Terkadang hanya jawab “InsyaAllah suatu saat nanti”.

Umrah di bulan ramadan
Papa jelang keberangkatan umrah
Sepulang kami sekeluarga menjalankan ibadah umrah, papa pun datang ke Jakarta. Tawaran untuk umrah pun kami sampaikan ke papa. Alhamdulillah papa bersedia. Namun karena mendekati waktu puasa, kami waktu itu merasa papa akan laksanakan umrah setelah lebaran Idul Fitri. Jadi papa biar istirahat dulu di Jakarta. Tapi saya tetap berusaha mencari informasi tentang rencana umrah buat papa.


Keutamaan umrah di bulan Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda “Melakukan umrah di bulan puasa Ramadan sama atau menyamai ibadah haji”. Lantas, apa yang dimaksudkan dengan menyamai ibadah haji?

Saya mengutup dari www.Nu.Or.Identity disebutkan bahwa Abdurrauf Al-Munawi dalam At-Taysir bi Syarhi Jami‘is Shaghir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Ibadah umrah di bulan puasa Ramadhan sama dengan ibadah haji” adalah dari sisi pahalanya. Hal ini berarti bahwa ibadah umrah di bulan puasa Ramadhan tidak dengan serta merta menggugurkan kewajiban haji.

Persiapan umrah. Foto by means of : Pak Ahmad Saefullah (TL)
Jadi, maksud dari hadis ini, ada penyamaan pahala. Namun bukan penyamaan dalam pelaksanaan perintah. Jadi samanya disini adalah kadar pahala antara umrah di Ramadan dan pahala haji. 

 

Persiapan Umrah di Bulan Ramadan
Berkat ijin Allah, sekitar awal April saya membaca di facebook salah satu CEO Musahefiz (Umrah Backpacker) untuk umrah pada tanggal sixteen Mei 2018. Diinformasikan bahwa ada tawaran umrah pada awal ramadan yakni tanggal sixteen Mei hingga 24 Mei 2018 dengan biaya Rp 19,5 juta. Angka Rp 19,5 juta dengan fasilitas resort di ring 1 Mekkah dan Madinah serta town excursion hingga fasilitas makan untuk sahur dan berbuka puasa.

Hal pertama yang dilakukan adalah membayar uang DP sebesar Rp 6 juta. Setelah membayar uang DP, langsung saya memesan pembuatan paspor. Drama pembuatan paspor memakan waktu berhari-hari hingga kami putus asa sehingga uang DP pun dikembalikan. Di saat itu saya katakan ke Papa jika ada kemungkinan papa tak bisa berangkat. Persoalan paspor ini dikarenakan administrasi facts yang berbeda dan dokumen asli seperti ijasah posisi tak di Jakarta.


Namun berkat kuasa Allah, paspor akhirnya jadi di hari terakhir terakhir batas waktu untuk konfirmasi keiikutsertaan ke pihak journey MUSAHEFIZ. Dan alhamdulillah pihak Musahefiz pun mensupport serta mendoakan paspor papa bisa segera berangkat umrah. Jujur selama proses menunggu kepastian itu sempat membuat saya stres tapi untungnya suami selalu memberikan dukungan dan membantu hingga diberikan kelancaran.

Setelah paspor jadi, langsung kami mengantar papa ke RS Fatmawati untuk suntik meningitis dan memperoleh kartu kuning. Kemudahan berikutnya Allah berikan karena saat ke RS Fatmawati tak tampak antrian sama skali. Sehingga semua proses menjadi lebih mudah.


Persiapan umrah di bulan ramadan
Papa di Masjid nabawi. Photo by : Pak Ahmad Saefullah
Kemudahan berikutnya Allah berikan saat mencari perlengkapan untuk umrah. Kami memilih untuk membeli perlengkapan di ITC Pusat Grosir Cililitan (PGC). Pas membeli perlengkapan umrah, saya pergi bersama Ayyas dan Papa. Di PGC, kami hanya datang ke satu tempat untuk membeli baju ihram seharga Rp one hundred fifty ribu dan dua pasang baju koko (baju dan celana) masing-masing seharga Rp a hundred and fifty ribu. Bahannya bagus dan nyaman sehingga harganya menurut saya, harganya sangat terjangkau. Pas keberangkatan, saya dan Ayyas mengantar Papa menggunakan taksi pada tanggal sixteen Mei 2018 seusai shalat subuh. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.

Pengalaman Papa Umrah di bulan Ramadhan
Papa berangkat dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Dan pukul 16.00 waktu malaysia, jamaah berangkat dari Malaysia dan berangkat ke Jeddah. Papa mengirim foto saat papa tiba di bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah.

Subuh tanggal 17 Mei 2018, saat ramadan pertama alhamdulillah papa dan jamaah Musahefiz lainnya dapat melakukan ibadah shalat di Masjid Nabawi. Senang melihat foto papa saat berada di Madinah. Ini impian yang selama ini saya inginkan namun sementara ini terwakili oleh papa.

Papa cerita selalu mengupayakan berbuka puasa di masjid Nabawi bersama seluruh jamaah seluruh dunia. Mereka duduk di dalam dan luar masjid dan beraneka makanan seperti kurma hingga roti disajikan free of charge kepada seluruh jamaah.

Umrah backpackerdi bulan ramadan
Papa dan Jamaah Musahefiz di Masjid Nabawi


Saya bersyukur selalu terhubung dengan papa melalui whatsapp. Bahkan excursion leadernya yakni Pak Ahmad Saefullah beberapa kali mengirim foto aktifitas papa selama umrah sehingga saya jadi tak kuatir dengan kondisi papa karena ini adalah perjalanan umrah papa yang pertama kali.


Keutamaan umrah di bulan ramadan
Papa di Masjid bir ali
Papa hampir selalu mengabarkan kondisinya. Bahkan ketika papa dikunjungi salah seorang saudara papa bilang ke saya, “Chi, papa dikasih kurma satu kardus”. Alhamdulillah. Selama di Madinah, papa mengaku tak sempat membeli apapun.



Saya hampir setiap hari reminder aktifitas papa via whatsapp. Jadi, saya dan papa tergabung di grup umrah yang sama sehingga aktifitas setiap hari di proportion di grup itu. Tapi kadang papa binggung membaca isi grup sehingga saya selalu reminder. Termasuk apa saja yang harus dilakukan selama umrah.


Papa dan Pak Ahmad Saefullah, Tour Leader
Begitupula saat papa akan berangkat umrah, saya harus mengingatkan lagi bagaimana harus menyiapkan koper dan lain-lain. Papa sempat mengirim foto saat sudah menggunakan baju ihram ketika masih di resort di Madinah sebelum berangkat ke Mekkah.


Setelah umrah, papa menceritakan umrahnya berjalan dengan lancar. Setelah menyelesaikan umrah, jemaah dipersilahkan kembali ke motel untuk istirahat.


Papa sempat cerita kalau dua hari sebelum pulang ke Indonesia, hujan mengguyur sehingga suasana adem. Kekuatiran saya bahwa kondisi panas selama umrah di bulan ramadan teryata tak terbukti. “Alhamdulillah disini adem banget,” kata Papa.


Saat saya menulis weblog ini, insyaAllah tanggal 24 Mei 2018 papa tiba di Jakarta. Semoga papa pulang dalam keadaan sehat dan selamat tanpa kurang apapun. Dan semoga kita semua selalu diberikan kesempatan untuk berkunjung ke Baitullah dan bisa merasakan umrah di bulan Ramadan.

0 comments:

Post a Comment